Anda berada di halaman:

You’re reading:

Kepakaran

Ketua Program Studi

Dr. Rulyusa Pratikto

seorang pakar ekonomi dan kebijakan publik, meraih gelar doktor dalam Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia setelah menyelesaikan studi magister di bidang yang sama. Ia kini menjabat sebagai Direktur Program Magister Studi Pembangunan di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) serta aktif sebagai dosen dan peneliti di bidang ekonomi dan keuangan. Sebelumnya, ia pernah memimpin Center of Business Studies UNPAR dan memiliki pengalaman profesional di sektor perbankan sebagai analis kredit. Dengan fokus pada kebijakan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, ia telah terlibat dalam berbagai penelitian dan proyek nasional, termasuk kerja sama dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan UN Women. Ia juga memiliki publikasi akademik yang luas, mencakup topik inflasi, kemiskinan, dan konektivitas ekonomi domestik.

Tenaga Pengajar

Tutik Rachmawati, PhD

adalah lulusan Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada, meraih gelar magister Studi Pembangunan dari Erasmus University – Belanda, dan PhD dalam Studi Pemerintahan Lokal dari Birmingham University – Inggris. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Center for Public Policy and Management Studies (CPMS) dan sebelumnya Ketua Departemen Administrasi Publik Universitas Katolik Parahyangan (2014–2020). Ia telah meraih berbagai penghargaan, diantaranya Dosen Terbaik dalam Penelitian (2016), Pengabdian kepada Masyarakat (2018), Pengajaran (2023), serta Best Presenter dan Best Poster di UNPAR Research Seminar (2024). Ia juga memperoleh fellowship internasional dari Belanda, Jepang, Hungaria, dan Jerman. Sebagai peneliti utama, ia terlibat dalam proyek RISTEKDIKTI 2024 tentang “Sentiment Analysis of Public Policy in Indonesia” serta penelitian internasional tentang kebijakan publik dan kesetaraan gender di pasar tenaga kerja. Ia juga menjadi wakil ketua dalam program Leadership Accelerator Training for Women in Manufacturing untuk NIKE yang didanai oleh International Finance Corporation (IFC).

Gandhi Pawitan, PhD

adalah dosen dan peneliti di Program Studi Administrasi Bisnis dan Program Magister Studi Pembangunan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katolik Parahyangan. Ia meraih gelar PhD dalam Statistik dari University of Wollongong (2001), MSc dalam Statistik dari University of the Philippines Los Baños (1992), dan Sarjana Statistik dari Institut Pertanian Bogor (1989). Minat risetnya meliputi statistik sosial, analitik bisnis, survei sampel, riset operasi, serta big data. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Administrasi Bisnis, Ketua Program Magister Studi Pembangunan, serta Kepala Divisi Pengembangan Konten Online UNPAR+. Penelitiannya mencakup kewirausahaan dan ekosistem bisnis di Indonesia, serta partisipasi dalam penelitian internasional terkait penguatan kapasitas petani perempuan. Ia juga aktif dalam pengabdian masyarakat melalui pengembangan BUMDes dan desa binaan. Publikasinya tersebar di jurnal nasional dan internasional, serta merupakan anggota European Network for Business and Industrial Statistics, International Association of Computer Science and Information Technology (IACSIT), dan Ikatan Perstatistikaan Indonesia.

Kristian Widya Wicaksono, S.Sos., M.Si., Ph.D., CHRMP

adalah dosen dan peneliti di bidang Administrasi Publik, khususnya manajemen publik dan organisasi, serta aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ia meraih gelar Sarjana dan Magister dari Universitas Katolik Parahyangan (Summa Cumlaude) serta Ph.D. dalam Ilmu Politik dari Tunghai University, Taiwan (Summa Cumlaude). Saat ini, ia menjabat sebagai Deputi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (2024-2027) setelah sebelumnya menjadi Ketua Departemen Administrasi Publik dan Kepala Center for Human Development and Social Justice (CHuDS) UNPAR.

Prof. Sukawarsini Djelantik, Dra., M.Int.S., Ph.D.

adalah profesor pertama dalam bidang Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Padjadjaran, magister dari The University of Sydney, dan doktor dari Flinders University, Australia. Ia pernah menerima fellowship di Australian National University dan Fulbright Junior Research Fellowship di Georgetown University. Fokus penelitiannya mencakup isu keamanan non-tradisional, termasuk migrasi, tenaga kerja, gender, dan terorisme. Karya ilmiahnya meliputi berbagai buku dan kontribusi dalam publikasi internasional, seperti Diplomasi: Antara Teori dan Praktek serta Terorisme: Tinjauan Psiko-Politis. Ia aktif menulis di media dan menjadi pembicara dalam konferensi akademik bergengsi, termasuk ICAS, WISC, dan konferensi di Oxford, Stellenbosch, Hanoi, serta berbagai kota di Asia, Eropa, dan Amerika.

Dr. Stanislaus Risadi Apresian, S.IP., M.A., Ph.D.

adalah dosen di Program Studi Hubungan Internasional UNPAR sejak 2014, dengan fokus pada politik lingkungan, perubahan iklim, dan ekonomi politik internasional. Ia meraih gelar doktor dari University of Leeds pada 2024 dengan penelitian tentang ekonomi politik adaptasi perubahan iklim di Indonesia, didanai oleh Beasiswa LPDP. Ia juga memperoleh gelar master dan sarjana dari Universitas Gadjah Mada. Apresian telah menerima hibah penelitian internasional dan aktif menulis di jurnal bereputasi seperti Journal of Current Southeast Asian Affairs, serta media nasional seperti The Jakarta Post dan Kompas. Publikasi dan risetnya banyak membahas kebijakan global terkait lingkungan dan perubahan iklim.

Dr. Sapta Dwikardana, Ph.D.

adalah dosen Hubungan Internasional UNPAR sejak 1988 dengan spesialisasi ekonomi politik pembangunan, hubungan industrial, dan administrasi publik. Ia meraih gelar doktor dari Katholieke Universiteit Leuven, Belgia, dengan disertasi tentang ekonomi politik pembangunan dan hubungan industrial di Indonesia. Selain mengajar, ia pernah menjadi National Adviser untuk UNDP serta Senior Adviser proyek ADB terkait desentralisasi. Ia juga membantu Kementerian Dalam Negeri dalam pengembangan sistem e-EKPPD. Penelitiannya mencakup administrasi publik, manajemen, dan politik, dengan beberapa publikasi tentang kebijakan pelayanan publik dan manajemen pemerintahan daerah.

Dr. Pius Sugeng Prasetyo

adalah dosen Ilmu Administrasi Publik di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dengan keahlian dalam kebijakan publik, manajemen publik, dan pembangunan desa berkelanjutan. Ia menyelesaikan studi Sarjana Ilmu Pemerintahan di UGM, Magister Ilmu Sosial di UI, dan Doktor Ilmu Sosial di Giessen University, Jerman, dengan beasiswa KAAD. Ia juga pernah menjadi visiting lecturer di Giessen University dengan dukungan DAAD. Selama di UNPAR, ia menjabat sebagai Ketua Program Studi, Ketua Pusat Studi CPMS, Wakil Dekan, Dekan (2 periode), dan Wakil Rektor Bidang Akademik. Saat ini, ia aktif meneliti inovasi pembangunan desa berkelanjutan, bekerja sama dengan Kemenko PMK dan Friedrich Ebert Stiftung (FES) Jerman, serta melakukan riset Food Smart City dengan Pemkot Bandung, Rikolto-Belgia, dan Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) Italy.

Prof. Pius Suratman Kartasasmita, Drs., M.S., Ph.D.

adalah akademisi dan pakar administrasi publik dengan pengalaman luas di bidang pengembangan komunitas dan regional. Beliau meraih gelar Ph.D. dalam Sosiologi Pembangunan dari Cornell University, setelah menyelesaikan studi magister di Universitas Indonesia dan sarjana di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Menjabat sebagai Rektor Unpar (2002-2006), beliau juga mendirikan serta memimpin Institute for Community and Regional Development (ICORD). Aktif dalam penelitian, konsultasi kebijakan, dan berbagai proyek pembangunan berskala nasional maupun internasional, Prof. Pius turut berkontribusi dalam reformasi tata kelola pemerintahan daerah serta pembangunan berkelanjutan. Atas dedikasinya, beliau menerima penghargaan bergengsi Iustitia et Pax Medallion dari The Pontifical Council for Justice and Peace Vatican pada 2008. Sebagai pendidik dan pemimpin akademik, beliau terus berperan dalam pengajaran, penelitian, serta pengembangan kebijakan publik yang berdampak luas.

Dr. Theresia Gunawan, S.Sos., MM., M.Phil.

adalah akademisi dan peneliti di bidang ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. Ia meraih gelar Ph.D. dari Eindhoven University of Technology, Belanda, setelah menyelesaikan pendidikan magister di Maastricht School of Management dan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur I-Sustain di UNPAR serta aktif dalam berbagai inisiatif global seperti Milan Urban Food Policy Pact dan proyek Erasmus+. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade sebagai dosen dan peneliti, ia telah berkontribusi dalam berbagai penelitian dan proyek kolaboratif dengan lembaga internasional seperti G20, Friedrich-Ebert-Stiftung, dan Rikolto. Keterlibatannya dalam dunia akademik juga mencakup pengembangan kurikulum inovatif dan pelatihan bagi wirausahawan muda.

Dr. Sanerya Hendrawan

seorang akademisi dan pakar di bidang administrasi bisnis, memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dengan gelar Ph.D. dari Katholieke Universiteit Leuven, Belgia. Ia juga meraih European Master of Public Administration melalui program Erasmus dan memperoleh gelar S2 dari Universitas Indonesia serta S1 dari Universitas Katolik Parahyangan. Dengan pengalaman panjang sebagai dosen di berbagai program pascasarjana, ia telah mengajar di Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Padjadjaran, Universitas Pasundan, serta institusi lainnya. Prestasinya mencakup penghargaan sebagai Dosen Teladan di Universitas Katolik Parahyangan dan beasiswa S3 dari Universiteit Katholieke Leuven. Selain aktif di dunia akademik, Dr. Sanerya juga terlibat dalam berbagai penelitian dan konsultasi, termasuk restrukturisasi perusahaan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di BUMN. Melalui dedikasinya dalam dunia pendidikan, ia berperan dalam memperkuat organisasi, memberdayakan masyarakat, serta membangun kota cerdas dan berkelanjutan.

Dr. Indraswari, MA

Dr. Indraswari adalah akademisi dan peneliti yang memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman dalam bidang gender, hak asasi manusia, dan pembangunan. Ia meraih gelar Ph.D. dalam ilmu Antropologi dari The Australian National University, Australia dengan beasiswa Australian Development Scholarship, serta memperoleh MA dalam ilmu Sosiologi dari University of Essex. Inggris dengan beasiswa British Chevening Award. Gelar sarjana S1 diperoleh dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Dalam karir akademiknya, Dr. Indraswari telah menjadi dosen di Prodi Administrasi Publik Universitas Katolik Parahyangan sejak tahun 1996 dan di program Magister Studi Pembangunan sejak tahun 2008. Ia mengampu mata kuliah terkait kebijakan publik, gender dalam administrasi publik, gender dan pembangunan, serta metode penelitian sosial. Di luar dunia akademik, ia pernah menjabat sebagai Komisioner di Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan RI) pada tahun 2015-2018. Dr. Indraswari adalah analis kebijakan nasional tersertifikasi.